Ciri-Ciri dan Cara Mengatasi Sifat Perfeksionis

perfection
perfection

Setiap manusia memiliki karakter atau watak yang berbeda-beda.Terkadang, kita harus berhadapan dengan orang-orang yang

memiliki karakter yang tidak kita sukai. Orang yang memiliki sifat perfeksionis atau sering digelar dengan sebutan manusia dewa adalah seseorang yang memiliki pandangan perfeksionisme, yaitu suatu keyakinan bahwa seseorang itu harus menjadi yang sempurna, mencapai kondisi yang terbaik pada aspek fisika ataupun non-materi. Orang yang bersifat perfeksionis cenderung bersifat sensitive terhadap kritik atau sangat peka melihat kekurangan, cerewet, keras kepala, tidak berpikir panjang dan suka menunda-nunda pekerjaan.

atau selalu berujung pada kegagalan. Hal ini disebabkan karena sifatnya yang sering menunda-nunda sehingga ia menjadi capek sendiri. Perasaannya yang selalu cemas karena ingin menyempurnakan sesuatu yang dikerjakannya dan hidupnya yang sukar untuk mengampuni dirinya sendiri (selalu dibayang-bayangi oleh penyesalan akan kesalahan masa lalu) akan membuatnya cepat kehabisan energi.

Ciri-ciri Orang yang bersifat Perfeksionis

Serba Bersih dan Rapi (Selalu Ingin Tampil Maksimal)

Salah satu sisi positif dari sifat perfeksionis adalah; orangnya selalu ingin segala sesuatunya terlihat bersih dan rapi. Dia tidak suka melihat hal-hal yang berantakan. Contohnya ruang kerja kotor, bahkan kamar tidurnya pun tidak ingin terlihat berantakan.

Suka Mengkritik

Orang yang perfeksionis tidak mau menerima hasil pekerjaan yang tidak sempurna.Yang lebih parah lagi, matanya sangat peka untuk melihat kesalahan sekecil apapun yang diperbuat oleh orang lain. Dia sangat gemar untuk menilai orang lain dengan standar yang tinggi, dan biasanya dia akan segera mengkritik kesalahan yang dia lihat itu, dengan kata-kata yang ceplas-ceplos, tidak peduli kalau kata-kata itu akan menyinggung perasaan orang lain.

Bayangkan jika anda mempunyai bos atau bahkan pasangan hidup yang perfeksionis. Menjengkelkan, bukan?

Selalu Terorganisir atau Terencana

Orang yang perfeksionis biasanya sulit untuk melakukan suatu pekerjaan secara mendadak atau spontan, dan tidak fleksibel terhadap perubahan. Dia juga sangat mudah jengkel dan marah jika segala sesuatunya berjalan tidak seperti yang dia rencanakan.

Selalu Kurang Puas

Sifat perfeksionis biasanya selalu kurang puas dengan hasil pekerjaannya sekalipun sudah dikerjakan dengan sangat baik dan dikerjakan sangat sempurna. Si perfeksionis akan selalu mengecek ulang sedetail mungkin hasi sebuah pekerjaan. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya keterlambatan, tidak sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan. Ironisnya, meskipun dia mengecek sedetail mungkin hasilnya tidak akan maksimal. Karena dia cenderung memperhatikan hal-hal yang tidak penting yang malah semakin merusak hasil yang malah lebih penting.

Berusaha Dengan Sangat Gigih

Seseorang yang perfeksionis sangat gigih untuk berusaha mendapatkan hasil yang terbaik. Dia tidak gampang menyerah dan selalu mencari cara untuk mencapai keinginannya.

Merasa Diri Paling Benar

Seorang yang perfeksionis juga sering dijuluki dengan manusia dewa .Dia merasa dirinya selalu benar, sempurna, karena ia selalu dapat meliha kesalahan atau kekurangan orang lain, meskipun kekurangan itu sangat kecil.

Cara untuk Menghadapi Orang yang Perfeksionis

Hardikan Keras dan Serius

Biasanya orang yang perfeksionis ini orangnya kalem, sopan, dan tutur katanya lembut. Awalnya, kebanyakan orang suka untuk dekat dengannya, sehingga orang tidak tega untuk bersikap keras kepadanya.Tetapi, lama-kelamaan, sifatnya yang cerewet, dan merasa dirinya dewa, suka menghakimi atau mengkritik itu akan menjengkelkan dan membuat kita bosan dan ingin menjauhinya.

Biasanya sifat ini disebabkan oleh kebiasaan yang salah sejak kecil, atau kesalahan orang tua dalam mengasuh anak. Ada dua tipe kepribadian perfeksionis, dimana keduanya bertolak belakang (teori kepribadian Haartman);

Perfeksionis yang Logis (Kepribadian Biru)

Seperti yang telah di ulas di atas, orang yang perfeksionis itu selalu menilai atau menetapkan standar yang tinggi. Namun, jenis ini (biru) menetapkan standar yang bisa dicapainya. Semakin lama standarnya semakin meningkat, namun masih bisa dicapai. Tipe ini masih termasuk mudah ditangani, dan dampak yang ditimbulkannya tidak terlalu besar.

Perfeksionis yang Irasional (Kepribadian Putih)

Jenis ini adalah perfeksionis yang parah, aneh, dan sulit untuk diatasi. Dia menetapkan standar yang sangat tinggi dan tidak ada yang bisa mencapainya, termasuk dia sendiri. Meskipun demikian, dia tetap tidak mau menurunkan standarnya. Baginya lebih baik tidak bekerja dari pada harus bekerja dua kali, dan jika hasilnya tidak sesempurna yang dia inginkan.

Inilah jenis perfeksionis kelas berat, dan orang yang termasuk dalam jenis ini termasuk sulit untuk berubah. Dan jenis inilah yang akan kita bahas lebih lanjut.

Menurut teori kepribadian Hartman, orang yang berkepribadian putih kelihatannya tenang, pendiam, penurut, dan bersikap lemah,

sehingga orang tidak tega untuk memarahinya. Dia tahu cara memebuat orang lain melindunginya dan juga tahu mengadu-domba. Banyak orang yang tertipu dengannya, sebab sifat pendiamnya memebuat orang tidak tahu apakah dia sedang memanipulasi atau dimanipulasi.

Sejak dari kecil, dia jarang terkena bentakan atau hardikan keras. Sebab, dia bisa menunjukkan wajah memelas yang sangat ampuh untuk melindungidirinya. Nah, karena itu, untuk menyadarkan si perfeksionis irasional ini perlut indakan tegas. Anda perlu keras terhadapnya,

untuk mendisiplinnya. Keras yang dimaksud bukan berarti harus main kekerasan fisik, tetapi tegas dalam mendidik. Lakukanlah pendisiplinan tanpa ragu. Jangan mengasihi anak dengan cara yang salah.

Mandirikan dan Jadikan Dia Menjadi Orang yang Bertanggung Jawab

Biarkan dia mengambil keputusan sendiri, dan bertanggung jawab atas setiap tindakannya. Jika salah katakana salah, jika benar katakan benar.

Doakan dan Ajari Dia dengan Hal-Hal Religious

Karakter seseorang dapat diubah jika dia dekat dengan Tuhan. Dia akan menyadari akan keterbatasannya sebagai manusia ciptaanTuhan dan akan menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna.

Nah, lantas bagaimana jika kamu sendiri orang yang bersifat perfeksionis itu? Anda tahu kalau tetap demikian akan mendatangkan dampak yang kurang baik yang menghambat keberhasilan anda dan akan dijauhi oleh orang-orang di sekitar anda. Jika demikian, apa yang perrlu dilakukan?

Mengampuni Diri Sendiri

Jangan larut dalam penyesalan. Sadarilah bahwa tidak ada manusia yang sempurna, termasuk anda sendiri. Memang baik untuk introspeksi diri, namun jika anda sudah melakukan sesuatu dengan segala kemampuan yang ada, anda juga harus bisa merasa puas.

  • Punyai goal atau visi yang jelas.
  • Fokus pada tujuan.
  • Punyai prinsip.
  • Jangan terlalu takut terhadap penilaian oranglain.
  • Jangan selalu mengharapkan pujian orang lain.
  • Berikan ruang untuk menerima masukan orang lain.
  • Sadari bahwa setiap manusia itu punya kelebihan
  • Hargai pekerjaan orang lain
  • Belajarlah untuk melihat kelebihan orang lain.
  • Hargai jerih-payahnya, dan berikan pujian.
  • Hargailah setiap waktu yang ada (time is money).
  • Segeralah memulai, jangan lagi menunda-nunda. Anda juga bisa memasang
  • deadline atas pekerjaan anda.
  • Bermasyarakat.
  • Jangan terlalu bersifat individualistis.
  • Bergabunglah dengan orang-orang baik di sekitar anda (pada dasarnya semua orang itu baik), dan anda juga bisa bergabung dengan komunitas yang melakukan hal-hal positif.
  • Coba hal-hal positif yang baru.
  • Uji kreatifitas anda.
  • Sadari keindahan atas ketidaksempurnaan.
  • Jangan terlalu membandingkan diri dengan orang lain.
  • Bercermin pada keberhasilan.
  • Berusahalah untuk menjadi orang sabar.
  • Jadilah orang yang fleksibel.
  • Dekatkan diri dengan Tuhan.
  • Ingatlah selalu untuk bersyukur pada Tuhan, dan sadari bahwa setiap manusia itu adalah ciptaan Tuhan,
  • berharga di mata Tuhan, dan setiap manusia itu diciptakan berbeda.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s